Sabtu

Agresi Zionis Israel Di Bumi Palestina

. Sabtu

Darah kini tertumpah lagi dibumi Palestina. Tentara zionis Israel seperti sudah banyak diketahui, sejak 27 Desember tahun lalu menyerang membabi buta dan menebar maut untuk penduduk Muslim Palestina.


Sampai hari ini semenjak agresi zionis Israel dilancarkan sudah tercatat 800 lebih warga Palestina tewas dihantam mortir Israel. Di antaranya, 200 lebih korban tersebut adalah anak-anak, sementara itu korban luka-luka sudah mencapai 3000 orang lebih.

Arogansi dan kebengalan Israel nampaknya memang sudah tidak mempunyai sisi kemanusiaan sedikitpun. Tak ada bahasa lain selain bahasa kekerasan yang Israel punya. Usaha PBB untuk mengadakan genjatan senjata kedua belah pihakpun tak diindahkan dan ditolak mentah-mentah oleh Israel. Bahkan setelah dikeluarkannya resolusi PBB tersebut Israel semakin intensif melakukan penyerangan dari berbagai lini. Palestina dibombardir dari semua arah, bukan hanya lewat udara dan laut namun pasukan zionis kini tengah merangsak masuk ke jantung kota Palestina melalui darat. Dengan dalih menghancurkan hamas, Israel telah menghancurkan dan memporak porandakan Palestina. Bahkan bangunan sekolah binaan Perserikatan Bangsa Bangsa yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai zona aman oleh Israel pun dihancurkan juga. Tak ayal, buah dari serangan tersebut telah menewaskan 30 warga sipil Palestina yang mayoritas korban adalah anak-anak. Terhadap serangan tersebut, pejabat Israel membela diri jika serangan yang dilakukan tersebut untuk menyerang para militan HAMAS yang bersembunyi di gedung sekolah tersebut. Dan gedung itu dianggap sebagai tempat disembunyikannya sejumlah amunisi HAMAS. Namun komite PBB yang menyelidiki kejadian tersebut menolak keras bahwa apa yang dituduhkan Israel tersebut adalah tidak benar. Tidak ada seorang pejuang Hamas satupun yang berada di gedung tersebut apalagi amunisi, tandas mereka. Penyelidik dari PBB menyatakan bahwa gedung sekolah tersebut murni sebagai tempat pengungsian warga sipil.

Seperti yang telah dikutip oleh Associated Press, pada Rabu ( 7/1/2009 ). Serangan dibangunan sekolah milik PBB tersebut menjadi serangan yang paling mematikan dari Israel, setelah resmi mengumumkan perang melalui jalur darat. Pada Selasa 6 Desember 2009 saja, pasukan Israel sudah membunuh 58 warga Palestina dan hanya 2 orang saja yang dikategorikan sebagai anggota militan Hamas.

Sementara itu kecaman terhadap kebiadaban zionis Israel terus dilontarkan dari berbagai belahan Dunia. Tak terkecuali Venezuela, yang pada hari Selasa kemarin mengusir Duta Besar Israel terkait penyerangan Gaza. Presiden Venezuela Hugo Chaves menyatakan rasa solidaritasnya untuk warga Palestina serta mengecam keras atas tindakan Israel yang telah melanggar hukum International. Presiden Hugo Chaves menyatakan sikapnya "Mereka itu pengecut. Saya mengundang Anda (Israel) untuk bertinju sebagai profesional."

Tidak ketinggalan juga dengan Hezbullah. Dalam unjuk rasa besar-besaran yang diikuti oleh ribuan warga Lebanon tersebut dan bertepatan dengan acara penyambutan Azura, mereka meneriakan yel-yel serta mengutuk keras serangan Israel tersebut. Bahkan Hezbullah telah mempersiapkan ribuan pasukannya untuk membantu Palestina atas serangan Israel tersebut.

Lalu, bagaimanakah sikap Amerika sang polisi dunia itu?
Setiap ucap jadi titah, setiap tuding menjelma perintah, itulah yang dilakukan Amerika Serikat saat ini. Alih-alih memburu para teroris, Presiden George W.Bush justru meng-amini serta mendukung aksi kebiadaban Israel tersebut. Nampaknya Amerika benar-benar bermuka dua, padahal belum lama ini sewaktu terjadi serangan teroris di kota Mumbai (India) Amerika mengutuk keras tindakan tersebut. Namun, nampaknya kutukan itu tidak terlontar dari mulut manis Amerika buat kekasihnya yaitu Israel yang telah nyata-nyata melakukan tindakan terorisme dan pembantaian super biadab di bumi Palestina.

Sekarang sudah saatnya Dunia tahu siapakah teroris yang sesungguhnya. Apakah Israel dan Amerika yang telah dengan kejam membunuh ratusan nyawa tak berdosa serta membuat ribuan orang mengalami cacat seumur hidup? Ataukah orang-orang Palestina yang telah mempertahankan tanah airnya dengan tetesan darah dan air mata untuk menjadi bangsa yang berdaulat?
Sebagus apapun kejahatan itu dikemas, pasti suatu saat akan terungkap juga. Dan kebenaranlah yang nantinya akan memenangkan perannya di atas dunia ini. Walaupun kadang kebenaran harus mengalami suatu penderitaan, namun yakinlah bahwa kebenaran adalah diatas segala-galanya. Pada suatu saat nanti, kebenaranlah yang akan memimpin dan kesalahan serta angkara murka akan menjadi hina.

12 komentar:

madhysta mengatakan...

"Pada suatu saat nanti, kebenaranlah yang akan memimpin dan kesalahan serta angkara murka akan menjadi hina.">>>>:D
setuju mas... tapi endi profile.. tulung dewei ngerti... hihihihi

Yhoyho mengatakan...

Oke boz,profileku segera muncul..Dan imbalanya dapat pinjam DVD gratis ya boz hehehe...Just kidding

munawar am mengatakan...

kenalan disit:
Munawar AM, jere Kang Bawor: Penjaga Nusakambangam....
salam sukses selalu....;

Madhysta mengatakan...

aseem... kamplenx... kuyiinx... tepozzzz... asemmm... asemmmm... asemmmm.....

Yhoyho mengatakan...

@Munawar AM
Lam kenal balik kang..Matur suwun wis gelem mampir blogku sing esih amburadul hehe

@Madhysta
Kang aku wingi wis dolan2 ming blog mBanyumasan,jebule akeh ya wong Ba-New-Must sing pada ngeblog..Tulung aku dekenal2na ya kang.

wahyudi mengatakan...

kenapa ya, orang koq masih menyebut Israel itu biadab? Kan Israel itu nama lain dari nabi Ya'qub! Yang biadab itu Bani Israel, bukan Israel... ;)

alifahru mengatakan...

heran ya.... kenapa sudah 15 hari kekejaman israel, tapi dunia belum berbuat apa-apa untuk menghentikannya...padahal waktu irak invasi kuwait, dalam hitungan jam, usa langsung menyerang... :)

endar mengatakan...

Maaf OOT

purwokertone ngendi kang

Madhysta mengatakan...

kakehen alamat.. wis nganggo herayo.. zamzam, dadi bingung... kenalna???? mangkat bareng bae ayuh... aku mbonceng....hehehehe

Yhoyho mengatakan...

Wahyudi@
Makasih mas atas masukanya..
Sebelumnya mau saya tulis Yahudi tapi karena pemberitaan yg saat ini lagi gencar2nya membahas Israel jadi saya tulis Israel,tapi pada posting yang baru saya berusaha untuk meluruskan.
Sekali lagi maaf dan trima kasih sudah mengingatkan.

Ali fahru@
Bener banget mas saya sendiri juga bingung apalagi dengan sikap USA saat ini hehe..
Menurut pendapat saya sikap plin plan Amerika bukan hanya saat ini saja kok. Pada waktu Israel/Yahudi mengadakan agresi ke Palestina tahun 2001 Amerika juga diam saja karena pada waktu itu hubungan mereka lagi mesra2nya. Namun pasca peristiwa WTC dan Pentagon, Amerika mulai memobilisasi kekuatan untuk memerangi aksi terorisme internasional. Ini merupakan sebuah pernyataan yang mau tak mau menjadi buah simalakama bagi Amerika. Dimakan Bapak mati, tak dimakan Ibu meninggal dunia. Pernyataan perang terhadap teroris membuat Amerika mau tak mau harus berhadapan dengan "kekasihnya" sendiri, Yahudi Israel yg selama ini dilindungi mati-matian oleh Paman Sam.
Tak hanya itu, Amerika yang saat itu sedang mengepung Afganistan pun berharap banyak pada negara2 Islam Timur Tengah yang akan menjadi kartu AS dalam Amerika kali ini.
Usaha Amerika untuk mendapatkan dukungan negara2 Islam saat itu adalah dengan iming2 janji punya sikap tegas terhadap Israel. Pada waktu itu Presiden George W.Bush sempat berujar, bahwa, "Kemerdekaan Palestina adalah bagian visi proses perdamaian Amerika Serikat".
Pernyataan tersebut ditangkap oleh Ariel Sharon sebagai pengkhiantan seorang kekasih pujaan hatinya. Sharon pun mencak2 dalam sidang kabinet yang dipimpinnya.
Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa Amerika tidak menepati janjinya untuk membantu memerdekaan Palestina?
Jawabanya adalah, karena Amerika tidak mau dituding sebagai NEGARA TERORIS sendirian.
Kenapa demikian?
1. Setelah menyerang Afganistan dan memerangi Taliban dengan dalih memerangi terorisme yang di pimpin Osama bin Laden Amerika merasa malu karena sampai saat ini Osama belum juga tertangkap, padahal ribuan orang telah menjadi korban disana.
2. Pada waktu menyerang Irak dan berhasil menumbangkan rezim Sadam.
Nah, disini lagi2 keliru dan harus menanggung malu serta dunia telah menganggap perang Amerika ke Irak adalah sebagai kejahatan kemanusian. Karena apa yang dituduhkan Amerika ke Irak yaitu "senjata pemusnah masal" yg dimiliki Irak sama sekali tidak terbukti. Alih2 mendapatkan bukti, malah justru rakyat Irak harus menanggung kesengsaraan dari tindakan Amerika tersebut.
Jadi kesimpulanya adalah..??
Amerika tidak mau di cap sebagai BIANG TERORIS sendirian. Oleh karena itu Amerika mau tidak mau harus ikut mendukung Agresi Israel tersebut. Apalagi dengan pamor Bush yang terus turun setelah invasinya tersebut.
Udah akh capai hehehe

Endar@
Aku tanggane kang madhysta kang hehe

Madhysta@
Aja bingung2 kang...Herayo ya kena,arep zamzam ya kena hehehe

Anonim mengatakan...

waduh maaf ga sempet bacana hahahahahaha, yang jelas q ga suka bangsa kita sesama islam di jajah ma orang kafir palage yahudi (tapi mreka pinter banget emank), kata mbak kosku dl org yahudi tuh hidup dari jaman Nabi Muhammad kan??kata dia dulu orang Quraisy gt hehehehe....
Pokona kita brdoa aja mg2 dunia menjadi damai aman dan sentosa hahahahahaha
skg Amrik presidennya Barac Obama smoga bawa pengaruh yang baik bagi semuana...!!!

Anonim mengatakan...

ya berarti tinggal tunggu 14 nabi palsu lagi khan?

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 

Page Rank

Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com